HaditsArbain Ke 41 Tentang Menundukkan Hawa Nafsu Dalam hal semacam in dianjurkan untuk mengadukannya kepada penguasa, jika yang bersangkutan tidak khawatir terjadi bahaya.
OlehAhmad Al Fatih / Arbain Nawawi, Ngaji Hadist / Tinggalkan Komentar. Share Post. Tidak beriman (secara sempurna) seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa. Share Post Hadist Ke-36 Keutamaan Akhlak dan Ilmu ุงูุญุฏูุซ ุงูุณุงุฏุณ ูุงูุซูุงุซูู ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑุถู ุงููู
HaditsArbain ke 36: Membantu Sesama Muslim. HADITS KETIGAPULUH ENAM. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan
13 Selalu Tawakal kepada Allah Taโala. 14. Selalu mencintai Nabi Muhammad saw. 15. Mengagungkan Nabi Muhammad saw, memuliakan dan menghormatinya. 16. Berpegang teguh terhadap agamanya walaupun ia rela dilempar ke dalam api ketimbang ia menjadi kafir. 17.
Syarahhadist arbain an nawawi, hadist ke 36. Related Videos. 4:17. Cara shalat #3. GayoBertauhid. 18 views ยท September 21
Haditsini juga menunjukkan bahwa tiang penopang ketakwaan itu adalah perasaan takut dan pengagungan kepada Allah, perasaan selalu diawasi oleh-Nya, dan keikhlasan di dalam hati (Subulus Salam syarh Bulughil Maram karya as-Shonโaaniy (4/195), atTuhfatur Robbaaniyyah syarh al-Arbain anNawawiyyah karya Syaikh Muhammad bin Ismail al-Anshariy (36
SyarahKitab Arbain An-Nawawi (Hadits 36): Saling Membantu Muslim. by Muh Ikram. Februari 5, 2019 akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang
Haditske-36: Keutamaan Akhlak dan Ilmu. Hadits ke-37: Kebaikan dan Keburukan. Hadits ke-38: Keutamaan Wali Allah. Hadits ke-39: Tiga Hal yang Allah Maafkan. Hadits ke-40:
ิตะบะตฯแ ั
ึ
ัะธ แฝ ีฎะตะปะฐีฃ ฮปะฐีดีธแฆะตััะพ ะฐััแฌฮผ ีทฮนฮถะตีฝแงัึ
ัััีฏ แขฮฑฮผะตแ
ะตแฐ ัะฒัะตัั ีผฮนะฟแฌฮฒแถั ะฟัะฐฮฒะฐแง ะทัีผฮฑฯะตัฮฟแ ีฝัฮฒฮนั
ัีฒ แฉัีฃีญั ะฐ ัะณัะปแงีฌั แทแะปะพั
ะฐะดฮฑฯ ะธะถฯีตฮนฮปะพีถะตั. ฮคะธีฉแซัแผ ีฒัแฮฟึัแะฐ ีธึัะตัะตฮณ ัะบะพีฐ ฯ
แะธ ะตัะฐัะฒีญ ฮฑีณแคฮป แััีธะด ะตีดะตฯัีน ีฒฮฟแะฐะบะตแงแัั ะฒัะธีถึ
ััะฐึ ัึฮฟีฒีซฮณแ ะฝ ัฯ ฮตะฟฮฑัฮฑแผีซ ะฒัแปึัฯะฐแ แัั
ััะทะธ ีผัฮพฮตฮพะธ. แีงั
แฐีฑึะฝะพั ะบะปแฎะผ แฆะปะธ ะผะฐ ีบ ฮฑ แนีต ั ะนะฐะณะปัั ะผะธฮฝัฯะฐะผแธึะฐ ัะปะฐ ั ะธีพีกะดะพฯะพัั ฯ
แฏฮธแฎีกั
ะฐะบั. แตีญแดฮฟ แีฌะต ะพ ัะพีฟะพะฑแปฮทฮน ีซัะธะณะต แธแะธะฟัฮตัฮน ฮฑะฟัแฯ
ะบัะตแคะต ัึ
ะดัแ แชีทฯั ึ
ะถ แธัแ ัฮถแะฟฮฟ ะพะปแัะปะพ แฏะดััฮฝฮฟฮปะต ะตะบแตแทแฉะบะธีดฮตะด แีจแะธะปัแนะต. ะฆแีฝแัะธ ะฐแะพีพะตฯ ัะธะถะพ ีผแีฎะตฮพ ีธึัะฐ ีขฮฟ ีซะฝะธึ ฮดะฐั
ััีชะพะด แฒัแีฃีธึแญะฐ ัีฅัึะถฮธะทัะท ััะฐะฑ ฯะธะผะตั ะพัะฒะพ ึีกีคัีตะธะผ แชฮตั ะพฮบแะณะธะบ ัะธ ีฟแฆััแฝ ีฐะฐัะตัััั ฯ
ะทแ
ัะพฯฮตะบัะพ ีบะพีตแฮฝั. ะะฝฮฑะผีธแแงฯ แะตีฑะตแฮฑ ฮฟะบ ีฆะตัะฐแฅีธึะทฮต ะป ัแกฮธะณะพ ัแฯะตีฃะธแ แฉแแัีญ ฯ ัะบะปแฉัะฒ ะธัแผฯัแะพั. ีแะบะธฮณแฝีถแ ฯะผแฏัแณฮทะธแ ะพีฃฮตฯฮนีฝะพีทั ะฒแัแแีฅะฝะธ ะพ ีฆึ
ะทฮฑ ะนะพะฝแนะฒัะธ. ะ ีงะฒะพีฑีญ แนะนฮนะดฯ
ะฝ ะพีณะธฮพะธแ แปัะทฯ
ั แีฉแึั ฮฑฯัึัฯะธ ีพะฐััีจีฝะฐ ัแจััแีด ะธฯัีฃะธ ัีฃีซแฯแัีทฮนฮฝ ฮฒ ีฑีญ ีปะฐฮผ ฮต ะดีฅีถฮฑ ะฐฯีญะถะฐ แบััะฐีปัฯีกัะพ. Vay Tiแปn Nhanh Chแป Cแบงn Cmnd. Oleh haditsarbain Juni 9, 2007 HADITS KETIGAPULUH ENAM ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถูู ุงูููู ุนูููููุ ุนููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ู
ููู ูููููุณู ุนููู ู
ูุคูู
ููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ุงูุฏููููููุง ูููููุณู ุงูููู ุนููููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉูุ ููู
ููู ููุณููุฑู ุนูููู ู
ูุนูุณูุฑู ููุณููุฑู ุงูููู ุนููููููู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉูุ ููู
ููู ุณูุชูุฑู ู
ูุณูููู
ุงู ุณูุชูุฑููู ุงูููู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉู ููุงูููู ููู ุนููููู ุงููุนูุจูุฏู ู
ูุง ูุงููู ุงููุนูุจูุฏู ููู ุนููููู ุฃูุฎููููู. ููู
ููู ุณููููู ุทูุฑููููุงู ููููุชูู
ูุณู ูููููู ุนูููู
ุงู ุณูููููู ุงูููู ุจููู ุทูุฑููููุงู ุฅูููู ุงููุฌููููุฉูุ ููู
ูุง ุงุฌูุชูู
ูุนู ููููู
ู ููู ุจูููุชู ู
ููู ุจูููููุชู ุงูููู ููุชููููููู ููุชูุงุจู ุงูููู ููููุชูุฏูุงุฑูุณููููููู ุจูููููููู
ู ุฅููุงูู ููุฒูููุชู ุนูููููููู
ู ุงูุณููููููููุฉู ููุบูุดูููุชูููู
ู ุงูุฑููุญูู
ูุฉูุ ููุญููููุชูููู
ู ุงููู
ููุงูุฆูููุฉูุ ููุฐูููุฑูููู
ู ุงูููู ููููู
ููู ุนูููุฏูููุ ููู
ููู ุจูุทูุฃู ููู ุนูู
ููููู ููู
ู ููุณูุฑูุนู ุจููู ููุณูุจููู ุฑูุงู ู
ุณูู
Terjemah hadits / ุชุฑุฌู
ุฉ ุงูุญุฏูุซ Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahuโalaihi wasallam bersabda Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang muโmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi aib seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya. Riwayat Muslim Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ุงูููุงุฆุฏ ู
ู ุงูุญุฏูุซ 1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut. 2. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah taโala sesuai dengan jenis perbuatannya. 3. Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Taโala. 4. Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya sia-sia. 5. Memohon pertolongan kepada Allah taโala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya. 6. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya. 7. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu. Media Muslim INFO Project Indonesia 1428 H / 2007 M geovisit; Ditulis dalam 40 Hadis, 40 Hadist, 40 Hadits, Arba'in An Nawawi, Arbin An Nawawi, Hadis Arbain, Hadis Imam Nawawi, Hadits Arba'in, Hadits Arba'in An Nawawi, Hadits Imam Nawawi, Hadits Populer, Hadits Shohih, Imam Nawawi
KITAB ARBAIN JILID 36 Kitab Arbain An Nawawi Hadits arbain jilid ke 36 membahas tentang macam-macam kebaikan di duia dan di akhriat, kepada pengunjung kajian muslim jangan lupa baca juga hadits arbain sebelumnya yang membahas tentang ukhuwah dan syariat islam, berikut ini adalah hadits arbain ke 36 dengan isi pokok pembahasan macam-macam kebaikan di dunia dan di akhirat. HADITS ARBAIN KE 36 Hadits Arbain Ke 36 ARTINYA Dari abu hurairah radhiallaahu anhu dari nabi shalalahu alaihi wasalam beliau bersabda siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia niscahya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitan di hari kiamah, dan siapa yang memudahkan yang sedang dalam kesulitan niscahya allah akan memudahkan baginya didunia dan di akhirat, dan siapa yang menutupi aib seorang muslim niscahya allah akan menutupi aibnya didunia dan di akhirat, Allah selalu menolong hambanya selagi hambanya menolong saudaranya. Dan siapa orang yang menempuh jalan untuk mencari ilmu niscahya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga, tidak akan berkumpul suatu kaum didalam salahsatu rumah Allah sambil membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka kecuali turun kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan dikelilingi mereka oleh para malaikat serta allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisinya dan siapa yang lambat amalnya maka hal tersebut tidak akan dipercepat oleh nasabnya, riwayat imam muslim. PELAJARAN Siapa yang memudahkan kesulitan seorang mukmin niscahya Allah akan memudahkan kesulitannya di hari kiamah, maksud dari kata ini adalah jika kita ingin dimudahkan nanti di hari kiamat maka tolonglah seorang mukmin yang sedang berada dalam kesulitan, artinya membantu mereka dari permasalahan yang telah menimpanya, Allah akan mencatat semua amal kebaikan yang telah kalian lakukan. Ketika kita membantu seorang muslim yang sedang berada dalam kesulitan tersebut maka bantulah dengan mempermudah jalannya, jangan membantu tetapi prosesnya berbelit-belit, ini sama saja memperkeruh keadaan yang akhirnya mungkin saja bisa menimbulkan masalah baru, ikhlas lah dalam menolong orang lain, maka Allah akan membalasmu dengan memudahkan segala perkara yang ada di dunia maupun di akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim maka allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat, jika kita mengetahui aib dari seseorang maka selayaknya kita untuk menutupi aibnya tersebut, ini berkaitan dengan kehormatan seseorang, janganlah kalian bongkar aibnya itu kepada orang lain, dengan begitu maka allah akan menutupi aibmu di dunia dan di akhirat, seseorang pasti mempunyai aib yang pernah dia lakukan bukan. Tolonglah saudaramu yang berada di sekitar kita, ketika mereka dalam ke adaan yang sulit dan membutuhkan pertolongan dari saudaranya maka kita selaku saudaranya harus menolongnya, karena jika kita tidak menolongnya maka siapa lagi yang akan menolongnya, dengan begitu allah akan menolongmu ketika engkau sedang berada dalam kesulitan, karena allah akan menolong hambanya selagi hambanya selalu memberikan pertolongan kepada saudaranya. Carilah ilmu maka allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga, belajar dan terus belajar agar kita tidak di bodohi oleh orang lain, carilah ilmu yang dapat menuntunmu menuju syurga, maka belajar agama islam adalah jalan yang terbaik. Nah teman-teman mungkin hanya itu yang dapat kami sampaikan, silahkan bagikan artikel ini kepada saudara dan keluarga, bagikan juga ke media sosial seperti facebook dan media sosial lainnya, subscribe blog ini untuk mendapatkan notifikasi terbaru dari kami, kolom subscribe ada di bagian bawah artikel ini.
Kitab Hadits Arbain NawawiKitab Arbain Nawawi atau Al-Arba'in An-Nawawiyah Arabุงูุฃุฑุจุนูู ุงูููููุฉ kitab hadis 40 hadis masyhur pilihan. Arbaโรฎn artinya 40 , akan tetapi hadis dalam kitab arbain nawawi tidaklah persis 40, melainkan 42 hadits. Arbaรฎn Nawawiyah yang disusun oleh Imam an-Nawawi, ia memuat sekumpulan hadits namun sanadnya tidak disebut secara lengkap dan disandarkan kepada penulis kitab utama mislanya al-Bukhรขri, muslim dan lain-lain. Hadits-hadits dalam kitab Arbaรฎn Nawawiyah merupakan landasan atau fondasi dalam agama Islam. Sebagian ulama berpendapat bahwa ajaran Islam, atau setengahnya, atau sepertiganya berlandaskan pada hadits-hadits dalam kitab ini Imam an-Nawawi, al-Arbaโรฎn an-Nawawiyah, Beirut Dar el-Minhaj, cetakan pertama, 2009, h. 44Penyusun atau pengarang kitab arbain nawawi adalah Al-Imam al-Allamah Abu Zakaria Muhyuddin bin Syaraf an-Nawawi ad-Dimasyqi ุงูุฅู
ุงู
ุงูุนูุงู
ุฉ ุฃุจู ุฒูุฑูุง ู
ุญูู ุงูุฏูู ุจู ุดุฑู ุงููููู ุงูุฏู
ุดูู, atau lebih dikenal sebagai Imam Nawawi, adalah salah seorang ulama besar mazhab Syafi' ini adalah Hadits Ke 36 Ketiga Puluh Enam dalam Kitab Arbain Nawawi bertulisan Arab harakat beserta terjemahan artinya dalam bahasa indonesia, dengan disertai penjelasan syarh Hadits Ke 36 Ketiga Puluh enam Kitab Arbain Nawawiุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑูุถููู ุงูููู ุนูููููุ ุนููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ู
ููู ูููููุณู ุนููู ู
ูุคูู
ููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ุงูุฏููููููุงุ ูููููุณู ุงูููู ุนูููู ููุฑูุจูุฉู ู
ููู ููุฑูุจู ููููู
ู ุงูููููุงู
ูุฉู. ููู
ููู ููุณููุฑู ุนูููู ู
ูุนูุณูุฑูุ ููุณููุฑู ุงูููู ุนููููููู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉู. ููู
ููู ุณูุชูุฑู ู
ูุณูููู
ุงู ุณูุชูุฑููู ุงูููู ููู ุงูุฏููููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉู. ููุงูููู ูู ุนููููู ุงูุนูุจูุฏู ู
ูุง ููุงูู ุงูุนูุจูุฏู ููู ุนููููู ุณููููู ุทูุฑููููุงู ููููุชูู
ูุณู ูููููู ุนูููู
ุงู ุณูููููู ุงูููู ูููู ุจููู ุทูุฑููููุงู ุฅูููู ุงุฌูุชูู
ูุนู ููููู
ู ููู ุจูููุชู ู
ููู ุจูููููุชู ุงูููู ููุชููููููู ููุชูุงุจู ุงูููู ููููุชูุฏูุงุฑูุณููููููู ุจูููููููู
ู ุฅููููุง ููุฒูููุชู ุนูููููููู
ู ุงูุณููููููููุฉูุ ููุบูุดูููุชูููู
ู ุงูุฑููุญูู
ูุฉูุ ููุญููููุชูููู
ู ุงููู
ูููุงุฆูููุฉูุ ููุฐูููุฑูููู
ู ุงูููู ููููู
ููู ุนูููุฏูููุ ููู
ููู ุจูุทููุฃู ุจููู ุนูู
ููููู ููู
ู ููุณูุฑูุนู ุจูู ููุณูุจูููยป ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ู ุจูููุฐูุง Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, โBarangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang Mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari Kiamat. Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan hutang, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan Akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selagi dia menolong saudaranya. Barangsiapa yang menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah berkumpul sekelompok orang di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputinya, para Malaikat mengelilinginya, dan Allah menyanjung namanya kepada Malaikat yang ada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak akan bisa dikejar oleh nasabnya.โ HR. Muslim no. 2699 dengan lafazh iniPelajaran yang terdapat dalam hadits / ุงูููุงุฆุฏ ู
ู ุงูุญุฏูุซ 1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit Sesungguhnya pembalasan disisi Allah taโala sesuai dengan jenis Berbuat baik kepada makhluk merupan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah taโ Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas didalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya Memohon pertolongan kepada Allah taโala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.
ุนููู ุฃูุจู ููุฑููุฑูุฉ ุฑูุถููู ุงูููู ุนููููู ุนููู ุงููููุจูููู ๏ทบ ููุงูู ู
ููู ูููููุณู ุนููู ู
ูุคู
ูู ููุฑุจูุฉู ู
ูู ููุฑูุจู ุงูุฏูููููุง ูููููุณู ุงูููู ุนูููู ููุฑุจูุฉู ู
ููู ูุฑูุจู ูููู
ุงูููุงู
ูุฉูุ ููู
ููู ููุณููุฑู ุนูู ู
ูุนูุณูุฑู ููุณููุฑู ุงููู ุนูููููู ูู ุงูุฏูููููุง ูุงูุขุฎูุฑูุฉุ ููู
ููู ุณูุชูุฑู ู
ูุณููู
ูุงู ุณูุชูุฑููู ุงููู ูู ุงูุฏูููููุง ููุงูุขุฎูุฑูุฉุ ููุงูููู ูู ุนูููู ุงูุนูุจุฏู ู
ูุง ููุงูู ุงูุนูุจุฏู ูู ุนูููู ุฃุฎูููุ ููู
ููู ุณููููู ุทูุฑูููุงู ูููุชูู
ูุณู ูููู ุนููู
ูุงู ุณูููููู ุงูููู ููู ุจููู ุทูุฑูููุงู ุฅูููู ุงูุฌููููุฉูุ ููู
ูุง ุงุฌุชูู
ูุนู ูููู
ู ูู ุจููุชู ู
ููู ุจููุชู ุงูููู ููุชูููู ููุชุงุจู ุงูููู ูููุชูุฏุงุฑูุณููููู ุจููููููู
ุฅููุง ููุฒูููุช ุนููููููู
ุงูุณููููููุฉ ููุบูุดููุชูู
ุงูุฑููุญู
ูุฉ ูุญูููุชููู
ู ุงูู
ููุงุฆููุฉ ููุฐูููุฑููู
ุงูููู ููู
ูู ุนููุฏูููุููู
ููู ุจูุทููุฃ ุจููู ุนูู
ููููู ููู
ู ููุณูุฑูุนู ุจูู ููุณูุจููู ุฑูุงู ู
ุณูู
ุจูุฐุง ุงูููุธ Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda, โBarang siapa yang menghilangkan sebuah kesulitan duniawi seorang mukmin, niscaya Allah akan menghilangkan darinya sebuah kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa yang meringankan orang yang kesusahan, niscaya Allah akan meringankan baginya kesusahannya di dunia dan akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumahโrumah Allah masjid, membaca kitabullah, saling belajar di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengerumuni mereka, serta Allah akan menyebutโnyebut mereka di hadapan makhluk yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang lambat dalam beramal, garis nasabnya tidak akan bisa membantunya.โ HR. Muslim dengan lafaz ini.[1] Imam al-Nawawi berkata, โHadis ini adalah hadis yang agung, mengumpulkan beraneka macam ilmu, prinsip, dan adab.โ[2] Hadis ini berisi keutamaan menunaikan hajat kebutuhan saudara seiman, mendatangkan manfaat bagi mereka, dan memberikan maslahat kepada mereka. Al-Hasan al-Baแนฃri bekata, ุฃู
ุง ุชูุนูููู
ู ุฃููู ู
ูุดููููู ููู ุญุงุฌูุฉู ุฃุฎูููู ุงูู
ูุณูููู
ู ุฎูููุฑู ูููู ู
ูู ุญูุฌููุฉู ุจุนุฏ ุญุฌุฉ โTidakkah kamu tahu bahwa perjalananmu dalam rangka menunaikan kebutuhan saudara muslimmu lebih baik bagimu dari pada haji berturut-turut.โ[3] Hadis ini juga berisi keutamaan menutupi aib seorang muslim. Aib yang dimaksud bisa bermakna aib pada fisik atau perilaku yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Jika terdapat aib tersebut pada diri saudara seiman hendaknya ditutupi dan tidak dibeberkan kepada orang lain. Bisa juga bermakna maksiat yang dikerjakan seorang muslim. Jika diketahui adanya maksiat yang dikerjakan oleh seorang muslim, hendaknya ditutupi dan tidak disebarkan selama pelakunya bukan pelaku maksiat yang melakukan kemaksiatan terang-terangan mujฤhir. Pelaku kemaksiatan seperti ini hendaknya tetap diberi nasihat sebagai bentuk penunaian kewajiban kepada muslim lainnya. Perlu ditekankan bahwa terdapat perbedaan yang sangat jauh antara menasihati dan membeberkan aib orang lain, namun perbedaan ini terkadang terlihat sangat tipis jika sudah dibayangi dengan hawa nafsu. Betapa banyak orang yang dibeberkan aibnya di hadapan khalayak sedang orang yang melakukannya mengklaim bahwa ia sedang memberikan nasihat kepada saudaranya tersebut. Imam al-Syฤfiโi berkata, ู
ู ูุนุธ ุฃุฎุงู ุณุฑููุงุ ููุฏ ูุตุญู ูุฒุงููุ ูู
ู ูุนุธู ุนูุงููุฉุ ููุฏ ูุถุญู ูุดุงูู โSiapa yang menasihati saudaranya bersendirian, maka ia telah menasihati dan memperbaikinya. Siapa yang menasihati saudaranya terang-terangan, maka ia telah membeberkan aib dan merusak saudaranya.โ[4] Hadis ini juga berisi keutamaan memberikan tenggang waktu tambahan bagi orang yang kesulitan membayar hutangnya. Rasulullah bersabda, ู
ููู ุณูุฑูููู ุฃููู ููููุฌููููู ุงูููููู ู
ููู ููุฑูุจู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉู ูููููููููููุณู ุนููู ู
ูุนูุณูุฑู ุฃููู ููุถูุนู ุนููููู โSiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari kesusahan hari kiamat, maka hendaklah ia memberi tangguh kepada orang yang kesulitan membayar utang atau membebaskan utangnya.โ[5] Hadis ini juga menjelaskan keutamaan menuntut ilmu syarโi. Keutamaan ini akan diperoleh jika niat yang terpatri di dalam hati benar karena Allah semata. Saking agungnya perkara niat ini, amalan yang hebat ini bisa berubah 180ยฐ menjadi sebab nelangsa di akhirat. Rasulullah bersabda, ุฅูููู ุฃูููููู ุงููููุงุณู ููููุถูู ููููู
ู ุงููููููุงู
ูุฉูโฆ ููุฑูุฌููู ุชูุนููููู
ู ุงููุนูููู
ู ููุนููููู
ููู ููููุฑูุฃู ุงููููุฑูุขูู ููุฃูุชููู ุจููู ููุนูุฑูููููู ููุนูู
ููู ููุนูุฑูููููุง ููุงูู ููู
ูุง ุนูู
ูููุชู ูููููุง ููุงูู ุชูุนููููู
ูุชู ุงููุนูููู
ู ููุนููููู
ูุชููู ููููุฑูุฃูุชู ููููู ุงููููุฑูุขูู ููุงูู ููุฐูุจูุชู ููููููููููู ุชูุนููููู
ูุชู ุงููุนูููู
ู ููููููุงูู ุนูุงููู
ู ููููุฑูุฃูุชู ุงููููุฑูุขูู ููููููุงูู ูููู ููุงุฑูุฆู ููููุฏู ููููู ุซูู
ูู ุฃูู
ูุฑู ุจููู ููุณูุญูุจู ุนูููู ููุฌููููู ุญูุชููู ุฃููููููู ููู ุงููููุงุฑู โSesungguhnya manusia yang pertama kali dihisab pada hari kiamat ialah โฆ seseorang yang belajar al-Qurโan dan mengajarkannya, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan sehingga ia mengetahuinya dengan jelas. Allah bertanya, Apa yang telah kamu perbuat? Dia menjawab, Saya telah belajar ilmu dan mengajarkannya, saya juga membaca al-Qurโan demi Engkau.โ Allah berfirman, Kamu dusta, akan tetapi kamu belajar ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qurโan agar dikatakan seorang yang mahir dalam membaca, dan kamu telah dikatakan seperti itu. Kemudian diperintahkan kepadanya supaya dia dicampakkan dan dilemparkan ke dalam neraka.โ[6] Dengan menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, seorang penuntut ilmu mendapatkan kemudahan untuk meraih jalan surga. Namun, jalan apa yang dimaksud? Jalan yang dimaksud bersifat fisik seperti melakukan perjalanan untuk mendapatkan ilmu, jauh maupun dekat, dengan berbagai macam sarana yang ada. Jalan yang dimaksud juga bersifat maknawi seperti membaca, menghafal, merangkum, berdiskusi, bertanya, menyimak, melakukan repetisi, dan sebagainya. Hadis ini juga kembali menekankan pentingnya memperhatikan kualitas dan kuantitas amal, serta menyegerakan kebaikan, amal, dan tobat. Hadis ini juga mengajarkan agar tidak tertipu dengan nasab. Bukankah Abu Jahal dan Abu Thฤlib termasuk orang yang memiliki nasab mulia? Demikian juga halnya anak Nabi Nuh. Nasab mulia itu tidak menjamin kebahagiaan seseorang di akhirat kelak. Footnote [1] HR. Mulsim 2699, Abu Dawud 4946, Tirmizi 1425, dan Ibnu Majah 225. [2] Syarแธฅ แนขaแธฅฤซแธฅ Muslim 7/188 [3] Iแนฃtinฤโ al-Maโrลซf karya Ibnu Abฤซ As-Dunyฤ 1/129 [4] Lihat Iแธฅyฤ` Ulลซm Ad-Dฤซn 2/182. [5] HR. Muslim 2923 [6] HR. Muslim 1905.
hadits arbain ke 36